Rabu, 08 Juni 2016
aku mau, kamu tau
9 Juni 2016
sepagi ini, perasaan entah apa rasanya.. campur aduk, rasa takut dan lain sebagaimana menjadi satu.
mungkin karena aku mendengar cerita masa lalu yang baru saat ini aku tahu.
beberapa saat lalu, temanku bercerita kalau dia di janjikan menikah dengan laki-laki yang sering pergi bersama dengannya. entah karena temanku yang belum siap atau bagaimana akupun tak paham. sebab, menikah bukan urusan yang mudah menurutku. harus di persiapkan matang-matang untuk lebih serius memikirkan masa depan dan perencanaan rumah tangga. dan hal itu terjadi pada temanku, dia dijanjikan untuk menikah tapi justru si laki-laki itu malah memilih menikah dengan wanita lain.alasannya sepele, wanita lain menerima dia apa adanya. bagiku ini gila! bagaimana rasanya? aku tak tahu kalau berada di posisi dia. mungkin saja aku akan mengurung dikamar berbulan-bulan atau memilih melupakan semua kenangan yang sering di lalui, atau memilih untuk balas dendam. tapi sayang. ibuku mengajarkanku untuk tidak balas dendam kepada orang yang pernah jahat padaku. walaupun nafsuku berkata aku harus balas dendam.
untuk menerima kenyataan memanglah harus memiliki hati yang lapang,
ada lagi cerita temanku yang sudah menikah tapi dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya, entahlah aku tak mengerti dengan manusia-manusia seperti itu. alasannya, suaminya masa bodo dengan dia, cuek ataupun kasar. aku tak tahu. sehingga dia selalu curhat dengan mantan kekasihnya yang ia anggap kalau si mantan kekasih bisa menjadi sandaran untuk bercerita. iya suaminya memang jarang pulang. sampai si mantan kekasih bisa akrab dengan anaknya. aku pikir apa perlu sampai akrab dengan anaknya? apa dia mau menjadi bagian dari hidup si mantan yang sudah menikah dan menggantikan posisi suaminya?? lantas, kalau begitu untuk apa menikah?
untuk apa menikah kalau pada akhirnya harus bercerai?
untuk apa menikah kalau pada akhirnya harus kembali pada sang mantan pacar?
untuk apa???"
aku ingin kamu tahu,aku tak ingin berjauh denganmu lagi,
sudah cukup masa menungguku untuk waktu yang lama
walaupun aku pernah mencoba menjalin dengan yang lain,
tapi bagaimanapun hatiku luluh dan meronta bahwa aku masih menyukainya.
aku salah apa kalau aku harus kembali ditinggalkan?
aku tak mau, sungguh aku tak mau ..
perpisahan adalah suatu hal yang sangat aku benci
dan aku tidak pernah mau mengucapkan perpisahan
aku selalu berjuang dengan rasaku,
aku selalu berjuang memperbaiki hubunganku,
kalau mencintai pada akhirnya hanya untuk disakiti. lalu untuk apa mencintai?
kalau mencintai pada akhirnya hanya untuk di tinggal pergi, lantas untuk apa saling berbagi?
bagiku, mencintai adalah suatu hal yang sakral
tidak semua orang bisa merasakan cinta yang tulus
terlebih untuk mereka yang hanya mementingkan hawa nafsu mereka.
satu inginku, aku mau kamu tau.
kamu yang saat ini ada padaku
mungkin aku punya masa lalu yang kelam, dan kamu pun memiliki masa lalu yang lebih rumit dariku
tapi biarlah ia berlalu, toh kita tidak berhak untuk menghakimi itu
tapi yang aku benci adalah ketika masa lalu mu datang lagi
padahal sedikitpun sampai saat ini aku sudah melupakan masa laluku.
saat ini usahaku hanyalah berdoa
meminta pada Rabbku agar kejadian yang aneh-aneh tidak menimpaku
biarlah aku merengek perih meminta pada Rabbku
aku lelah, saat ini aku sungguh lelah..
tolong jangan pergi lagi.
sudah cukup aku melihatmu dengan para wanita yang ingin merebut hatimu kembali.
jangan bawa aku ke bulan
tapi bawa aku ke pelaminan.
kalau siap pinang aku
tapi kalau belum, tunggulah sampai engkau siap.
Sabtu, 04 Juni 2016
Cerita Ale. Masa Orientasi Siswa #1
Namaku Ale, Alesysia Diningrum lengkapnya. aku adalah anak ke tiga dari ehmm tiga atau empat bersaudara? yang jelas aku masih punya adik kecil dan aku selalu mau dianggap kalau aku ini adalah anak bungsu.sebab aku masih mau disayang sama ibuku dan juga ayahku.
hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah SMA, dan sekolahku tidaklah dekat dengan rumahku. aku memilih untuk sekolah di Jakarta dan jauh dari orangtuaku. alasannya? hehe nanti saja aku ceritakan.
hari ini adalah hari pertamaku mengikuti orientasi siswa atau namanya adalah ehmm MOS iya MOS itu adalah kepanjangan dari Masa Orientasi Siswa yang (katanya) perkenalan antara siswa baru agar lebih akrab lagi.
aku diantar oleh sepupuku Opi, soalnya Opi adalah alumni di sekolahku ini. sekolahku ini dulu adalah sekolah yang cukup terkenal dan juga sekolah anak-anak orang kaya (katanya sih). bangunan di sekolahku sudah tua dan seperti sekolah-sekolah jaman belanda.
aku menyusuri lorong pintu gerbang sekolah. sudah ada kakak kelas yang menungguku dan menyambutku untuk MOS ini. aku hanya mengikuti instruksi mereka saja. kakak kelasku mulai meledekku dan ada juga yang ehmm merasa kalau aku ini keren. sebab aku adalah siswa di sekolah yang rambutnya pendek dan juga metal abis. padahalmah aku mana ngerti sama lagu-lagu metal kayak gitu. mereka bilang aku adalah Rocker. ya ya yaaa mungkin karena mereka melihatku yang tampak seperti vokalis band Rock. atau aku seperti lady Rocker hahaha..
setelah masuk ke kelas, aku menemukan satu anak yang sedang dudu di bangku barisan ketiga. aku hampiri dia dan aku mengulurkan tangan tanda aku ingin berkenalan dengannya. "Putri" katanya dengan suara yang sangat lembut. Putri teman pertamaku yang keliatan lugu. suaranya pun begitu lembut dan rambutnya panjang, tapi kulitnya tidak putih dan tidak hitam legam. ia manis aku yakin ia akan menjadi primadona di sekolah ini dalam kategori anak baru. semua anak sudah masuk ke kelas dan kakak kelas yang tampak gila hormat pun sudah masuk semua ke kelas untuk memberikan sambutan-sambutan dan perkenalan Osis. hah aku yakin hanya hari pertama saja ia akan berbuat manis pada kita-kita orang.
aku yang duduk di sebelah Putri pun tampak santai dan tidak mau banyak bicara, sebab Putri pun rasanya tidak memperdulikan apa yang di bicarakan kakak kelas di depan kami.
"put, elu gak nulis" bisikku kepada Putri
"enggak, ngapain? paling disuruh bawa-bawa makanan buat besok"
dan benar saja apa yang dikatakan Putri, kami mengeluarkan alat tulis hanya untuk menulis perlengkapan besok pagi. hffff
kakak kelas yang cantik dan tampan itu sudah berjejer dan mengingatkan kita untuk tidak datang terlambat besok pagi. setelah kami semua ingin pulang dan membereskan alat tulis, ternyata masih ada satu siswa perempuan yang lebih santai dari Putri. ia tergopoh-gopoh lari dan juga mencari-cari kelas mana yang harus ia tempati. dan ternyata siswa itu adalah teman satu kelas kami. namanya Rani. Rani itu cantik, berambut pendek dan juga tinggi. ia berkulit putih dan ah terawat lah pokoknya. gak kayak aku yang amburadul gak karuan gini.
Rani sepertinya mendapat hukuman dari kakak kelas yang gila hormat itu, hff aku sih males aja liat gaya mereka yang sok-sokan membuat aku semakin muak dan malas basa-basi dengan mereka. yaah gak kayak temen yang lainnya lah yang nyari muka dan perhatian supaya bisa di deketin dan di pacarin sama kakak kelas yang katanya gateng itu. buat aku sih biasa aja. mereka cuma pencitraan sama siswa baru. duh aku suudzon aja, yaa tapi memang begitu kenyataannya.
---
setelah kami selesai dengan catatan-catatan menu makanan apa saja yang harus di bawa besok, semua siswa pulang kerumah masing-masing.
aku, Putri dan Rani berbarengan jalan menuju pintu gerbang sekolah. sekolahku terbilang sangat sejuk ditengah kota seperti ini, sebab di sekolahku masih ada banyak pohon-pohon besar dan juga tumbuhan hijau di pinggiran jalan. aku, Putri dan juga Rani berpisah di pintu gerbang sekolah. Putri dan Rani kembali kerumah dengan menggunakan Metromini, sedangkan aku? cukup dengan jalan kaki selama lima belas menit untuk sampai kerumah. aku selama sekolah ini tinggal bersama kakak sepupuku.
sesampainya di rumah, aku mempersiapkan apa saja yang akan aku bawa besok pagi. aku dibantu dngan sepupuku Sarah. rumah Sarah menempel tembok dengan rumah kakak sepupuku. jadi Rumah Sarah ada pintu belakangnya, kalau mau manggil dia tinggal ketuk saja pintunya. palingan ibunya yag keluar membukakan pintu.
---
Aku berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali, aku takut kalau aku telat dan kena hukuman yang akan diberikan kakak-kakak kelas itu. huh aku tidak sudi. sungguh, melihatnya saja sudah malas.
sesampainya di sekolah, aku melihat Putri dan Rani yang sedang sarapan berdua di kelas. aku pun hanya memerhatikan mereka saja yang sedang saraan roti dan juga susu. setelah bel berbunyi, kami kembali ke tempat duduk masing-masing. kakak kelas itu masuk ke dalam kelas kami, memberitahu kalau hari ini ada apel pagi. lalu kamu semua di kumpulkan di lapangan depan kelas yang luasnya tidak terlalu lebar, seperti lapangan mini yang digunakan anak-anak untuk berlatih futsal.
beberapa guru memberikan sambutan terimakasih dan ucapa selamat datang, dan kepala sekolah memberikan sambutan yang panjang lebar, sehingga kami sudah tidak bisa diam dan barisan sudah mulai berantakan karena sambutan yang kelamaan.
kepala sekolah menjelaskan kelebihan dan keunggulan dari sekolah ini, memberitahu tentang fasilitas sekolah yang bisa kita gunakan selama bersekolah disini, menjelaskan ekstrakulikuler yang akan diminati oleh siswa di sekolah ini dan lain lain.
Aku, Rani dan Putri sudah malas mendengarkan ceramah dari kepala sekolah yang membuat kami semua kepanasan seperti ikan asin yang sedang dijemur setelah di jaring lalu diberikan agar rasanya tambah gurih ketika di masak nanti. suara-suara keluhan siswa lainnya pun juga begitu, bukan aku saja yang mengeluh.
ketika upacara selesai dan murid-murid di bubarkan, kami tampak senang sekali dan kembali masuk kelas dengan kipas angin seadanya.
lagi-lagi kami masih harus bertemu dengan kakak kelas yang tengil-tengil itu, aku selalu malas mendengarkan apa yang mereka katakan. kalau mereka bicara, kerjaanky hanya mencoret-coret buku yang ada di tasku. anak-anak yang lainnya menyimak dan nurut saja dengan apa yang mereka katakan. hfff mereka pikir mereka siapa?? mereka juga selalu memanggilku dengan sebutan "rocker rocker" hey! namaku Ale, ingat itu namaku Ale!! jangan semaunya menganti nama orang.
Mos ini menurutku isinya hanya begitu-gitu saja, ada permainan, menghukum, dan lain-lain. ah basi! tidak seru. sampai suatu kali kakak kelasku mendekati Rani dan juga Putri untuk diajak berkenalan dan seperti di anak emaskan oleh mereka berdua. apa sih? kampungan banget! memanfaatkan situasi yang murahan menurutku.
#bersambung
Jumat, 03 Juni 2016
Belajar dari Ibu
hari ini hari jumat, hari ini aku pulang kerumah
ibuku sudah menunggu di pelataran
sungguh senang ia rasanya menunggu anak perempuannya pulang
sebenarnya, sudah dari tadi ia bilang dan menanyakan kabar kapan aku pulang,
tapi aku masih sibuk dengan kerjaan. maaf ibu aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku
sebenarnya bukan hanya itu.
tapi..
pulsaku juga sedang habis hehe..
ibu tau kalau aku tak balas sms pasti aku tidak ada pulsa,
hari ini aku pulang dan harus pulang
itu sudah rencanaku, jam berapapun aku keluar kantor aku harus tetap pulang
ibu menungguku dirumah
ibuku sabar
ibuku bilang orang sabar di sayang Tuhan,
ibuku tidak pernah bilang kalau orang sabar pantatnya lebar
teori darimana itu? ibuku tidak pernah menjelaskannya dari awal
ibuku hanya lulusan SD tapi ibuku hebat
mencetak anak gadisnya menjadi seorang wanita yang kuat
itulah ibu..
tadi ibuku bilang, aba'ku membelikan sepeda untukku
aku senang, tapi sayang..
aku tidak membalas pesannya
sebenarnya sudah aku balas pesannya tapi lagi-lagi silang karna pulsaku habis
iya habis hehehe...
ibuku mengajarkan aku selalu sopan dirumah orang
ibuku mengajarkan aku untuk menjadi kuat dan tidak baperan
hehe baper? bahasa jaman kapan itu?
itu bahasa jaman era kekinian.. yasudah pokoknya begitu
ibuku mengajarkan aku untuk rajin menabung
ibuku mengajarkan aku untuk menjadi orang yang baik dan ramah pada siapa saja
ibuku mengajarkan aku untuk tidak membeda-bedakan teman
ibuku mengajarkan aku untuk menjadi orang yang penyayang. makanya aku selalu sayang sama kamu *loh
ibuku mengajarkan untuk selalu tepat waktu. ibadah harus tepat waktu kalau tidak buru-buru nanti waktunya habis dan aku ketinggalan
ibuku mengajarkan aku untuk selalu setia dengan pasangan, ibuku pernah di madu dengan aba' tapi ibuku hanya ikhlas dan selalu berdoa agar aba' kembali ke pelukan
dan benar, saat ini aba' terlihat sayang pada ibu
ibuku selalu menjadi pendengar yang baik ketika aku bercerita
terlebih lagi, aku menceritakan tentang kantor baruku. aku menceritakan kelakuan aneh teman-temanku dan juga bosku yang baik dan lucu hehee..
ibuku hanya tertawa mendengar ceritaku,
tapi aku masih belum berani menceritakan tentang kisah cintaku
nanti saja, kalau sudah berani melamarku hehe..
ibuku mengajarkan ku untuk menyayangi teman-temanku
aku dilarang untuk berbuat jahat pada mereka
biarkan, katanya
Tuhan yang balas kalau mereka jahat
manusia tugasnya hanya berbuat baik,
manusia tugasnya hanya memaafkan, bukan menghakimi
itulah ibu..
bagaimanapun aku selalu mencintai ibuku
dan aku belajar dari ibu, bahwa aku suatu saat nanti akan menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anakku
ibu, aku mencintaimu ...
Bolehkah aku minta waktumu sebentar?
Siang kembali tenggelam, malam ini selalu datang
seperti malam-malam sebelumnya, malam yang diselimuti awan hitam dan juga bintang
malam ini masih sama seperti biasanya, malam yang dikelilingi kekhawatiran atau..
di kelilingi kerinduan?
seperti malam-malam sebelumnya, malam yang diselimuti awan hitam dan juga bintang
malam ini masih sama seperti biasanya, malam yang dikelilingi kekhawatiran atau..
di kelilingi kerinduan?
Tuan, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?
iya, hanya sebentar. Aku minta waktumu duabelas jam
satu jam bersamamu rasanya seperti menenggak seteguk air. hanya lewat
iya, hanya sebentar. Aku minta waktumu duabelas jam
satu jam bersamamu rasanya seperti menenggak seteguk air. hanya lewat
Tuan, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?
meminta waktumu dua belasjam untuk mengobrol sebentar.
dua belas jam untuk bersamamu sampai hati ini bergetar
meminta waktumu dua belasjam untuk mengobrol sebentar.
dua belas jam untuk bersamamu sampai hati ini bergetar
Tuan, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?
meminta waktumu untuk menikmati setiap tetes kopi yang aku hidangkan
hanya sebentar. Duabelas jam
meminta waktumu untuk menikmati setiap tetes kopi yang aku hidangkan
hanya sebentar. Duabelas jam
Tuan, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?
aku ingin duduk berdua malam ini denganmu membicarakan masa depan
aku ingin menikmati biskuit kesukaanmu dan juga berbicara tentang kita
aku ingin banyak bicara padamu..
aku ingin duduk berdua malam ini denganmu membicarakan masa depan
aku ingin menikmati biskuit kesukaanmu dan juga berbicara tentang kita
aku ingin banyak bicara padamu..
Tuan, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?
aku ingin melumat rindu yang sudah tidak karuan
aku ingin menghabiskan rindu selama duabelasjam
aku ingin melumat rindu yang sudah tidak karuan
aku ingin menghabiskan rindu selama duabelasjam
Tuan, tolong jangan mainkan dulu ponselmu
tatap wajahku sebentar, ya sebentar saja
jangan duakan aku dengan ponselmu.
tatap wajahku sebentar, ya sebentar saja
jangan duakan aku dengan ponselmu.
Tuan, masih adakah waktu untukku sebentar?
Rabu, 01 Juni 2016
Laki-laki di Balik Buku
Malam itu kembali datang
Aku mulai mengemas rindu untukmu, tuan
Aku datang seakan membuat kejutan
Tapi sebenarnya, aku sudah merencanakannya dari jauh-jauh
hari
Aku mengemas rindu sudah berhari-hari
Untungnya sudah tidak basi.
Malam ini aku datang
Menyimpan semua lelah dan jengah di otakku
Agar aku masih bisa menyisakan segaris senyuman untukmu
Aku tahu, aku lelah. Mungkin engkau juga.
Tapi aku menyimpannya rapat-rapat agar lelahku tak ketahuan
Aku menyimpannya dalam saku celanaku agar aku tidak bisa
merogohnya
Aku simpan lelahku agar ketika bertemu, air wajahku tidak
tampak layu
Mungkin rinduku, bukan rindumu
Tak apa. Sebab engkaupun selalu diam
Baik dalam keadaan sedih ataupun senang. Engkau selalu diam.
Tuan, sekiranya engkau masih mau memberiku senyuman.
Undanglah aku datang ke tempatmu.
Untuk menikmati segurat senyuman dan secangkir kopi
Agar aku dan kau bisa bicara lebih lama dari biasanya.
Senin, 30 Mei 2016
Jalan-Jalan Imajinasi
sketching by : Listy
Terkadang ibuku bilang kalau aku adalah anak perempuan yang
unik, aku suka menyendiri di kamar dan hanya keluar kamar kalau ibuku memasak
makanan kesukaanku – kentang balado. Memanggilku untuk keluar kamar tak perlu
berteriak ataupun marah-marah, cukup dengan aroma makanan atau minuman yang
ibuku buat, aku pasti langsung buru-buru turun kebawah langsung menghampiri ibu.
Aku juga merasa aneh sih terkadang. Aku merasa bahagia ketika
aku baru pulang dari imajinasiku. Pulang dari imajinasi? Kamu pasti akan
bingung. Iya pulang dari imajinasi yang terkadang membuatku lelah dan bahagia.
Tidak perlu membawa uang untuk traveling imajinasi . ini sangatlah gratis haha – aneh
Aku selalu pergi berimajinasi dengan pikiranku. Kalau
pikiranku dan otakku sudah terlalu runyam. Aku membayangkan aku pergi ke suatu
daerah yang pernah aku kunjungi menggunakan ransel berisi makanan dan minuman
segar serta membawa payung agar tak kepanasan. Sepanjang perjalanan aku hanya
jalan sendirian, tidak ada sesiapa selama perjalanan. Sampai akhirnya aku
menemukan suatu tempat dimana tempat itu pernah aku kunjungi bersama
teman-temanku. Udara yang menyibak kerudungku terkadang membuat aku terlalu
berlebihan sampai memejamkan mata dan merentangkan tangan bak film-film india.
Padang savana yang luas berserta di hiasi dengan alang-alang yang berada di
sekitarnya, aku terus berjalan menyusuri jalan setapak itu. Sampai akhirnya aku
terpaksa memejamkan mataku karena burung merak yang menyenggol topi rimbaku.
Lalu tiba-tiba tempat itu berubah menjadi padang savana yang sangat panas.
Fatamorgana terlihat sampai aku mau skarat dibuatnya. Tidak ada air disana dan
tidak ada sesiapa. Di tempat itu aku lebih memilih untuk tidur agar waktu
mengantarkan aku pada malam. tiba-tiba pula tubuhku seperti ada yang menarik
kebelakang sangat cepat, secepat kilat. Aku menabrak dedaunan dan ranting-ranting di
sekitar hutan itu. Aku menembus waktu dan ...
Aku kembali berada di suatu tempat yang sangaaat sejuk.
Terdapat danau di tempat ini, danau yang di himpit dua bukit seperti gambar
ketika aku masih kecil, dua bukit untuk matahari terbit dan di kelilingi dengan
danau. Danau itu romantis. Suara riak-riak air terdengar membuatku ingin
membuka perbekalanku tadi di kamar yang sudah aku siapkan. Aku membuka minuman bersoda warna merah
sambil menikmati sejuknya udara di bibir danau itu . Berkabut.. tiba-tiba
ditengah ketenangan itu kabut datang, aku seolah hilang arah dan tak tahu
tujuan. Aku lagi-lagi terseret oleh mesin waktu itu, bukan.. bukan.. bukan mesin
waktu, tapi aku terseret oleh imajinasiku sendiri..
Sampai akhirnya aku berada di satu tebing yang pernah aku
lewati bersama teman-temanku. Tapi aku heran. Kemana mereka? Hanya ada carriernya dan perbekalannya saja yang
di tinggal. Apa mereka hilang? Aku tak mengerti mengapa aku berani berada di
tempat ini. tebing ini hanya memiliki
tali seadanya dan sangat licin. Kalau aku tidak hati-hati maka aku akan
terjungkal ke bawah tebing. Sampai akhirnya aku telah sampai di tanah datar
yang sangat tinggi dengan kawah yang diameternya lumayan besar. Jalanan yang
mengitari tanahnya pun hanya cukup untuk dua orang saja. Disekitar sini, ada
tumbuhan bunga edelweis yang rapat sampai ke ujung jalan, lalu aku turun dari
tanah datar itu. Aku menemukan hamparan luas... sangaaatt luaass yang di
kelilingi oleh tanaman edelweis. Apakah ini kerajaan ataukah ini??? disini
tenang dan damai. Lalu aku berjalan ke arah timur hamparan luas ini. aku
terpeleset dan aku seperi di tarik dan tiba-tiba...
Aku sudah berada di suatu tempat yang banyak bukit. Untuk
melewati bukit bukit ini butuh waktu yang sangat lama, lagi-lagi hijau yang aku
rasa.. aku terus berjalan sampai aku
mencapai puncaknya..
Di depanku, sudah ada satu gunung yang puncaknya seperti
bekas letusan lahar yang ia muntahkan dengan ganasnya. Segitiga yang tidak
sempurna tidak mengurangi ke gagahan dari gunung itu dan aku teringat satu nama
. ‘mbah marijan’ dan... kota tempat dimana gunung itu berada pernah mengalami
guncangan hebat yang meluluh lantahkan sebagian kota yang memakan banyak
korban. Aku pernah mendengar bencana yang melanda kota ini tahun 2005 .
Aku
mencoba menghampiri gunungnya tapi aku tidak bisa, rasanya buram dan aku sulit
untuk menggapai bukit itu. Rasanya sangat jauh dan jauuuhh sekali, aku tidak
bisa menggapainya sampai pada akhirnya aku sudah berada di atas motor dan seorang laki-laki yang memboncengiku. rasanya aku kenal dengan dia. rambutnya yang kriting dan berkacamata membuatku tak asing. seperti keponakan ibuku tapi kenapa dia diam saja tidak bicara. motorku menyusuri jalan yang kanan kirinya terdapat padang savana dan juga hutan belantara. motor itu masih melaju dan mulai berkelok-kelok ditambah jalanan yang menanjak. sudah hampir satu jam aku menyusuri jalan ini. motor yang aku tumpangi sudah terparkir oleh laki-laki tadi. aku sampai di satu pantai yang ombaknya begitu kuat untuk memghempaskan setiap manusia yang berani mendekatinya. ombak itu begitu ganas. laki-laki berambut kriting dengan kacamatanya itu menghampiri ombak itu. "mau kemana dia?" pikirku. apa aku akan di bawa hanyut kepada laki-laki yang mirip keponakan ibuku??
ia terus mendekati ombak itu, perlahan ia berjalan tapi dia masih diam saja sambil menikmati matahari yang terbenam. aku memang suka melihat matahari terbenam, apalagi kalau sudah waktu senja. aku ingin berlama-lama.
ombak itu perlahan mendekati laki-laki itu, aku triak dan terus triak, "heeeeyyy heeeeyyy cepaaat kembalii" kataku sambil ketakutan. ombak itu semakin besar dan siap untuk memakannya. aku triak sekuat tenagaku tapi aku tidak bisa mendengar suaraku sendiri. aku bingung mau minta tolong dengan siapa. tidak ada siapa-siapa disini. hanya ada aku dan laki-laki itu. perlahan ombak itu semakin dekat... semakin dekat.. lagi dan lagi sampai aku ikut terseret ..
"bbllluup bluup bluupp"
aku tak sadarkan diri sampai aku terdampar di suatu pulau...
aku mendengar suara deburan ombak yang
sangat tenang. Pulau ini sepi dan tidak
ada satu bangunapun yang berdiri. Ehmm
mungkin ada satu bangunan ang berdiri disini, tapi itu terbuat dari bilik bambu
biasa dan hanya beberapa penghuni disini. Aku rasanya kenal dengan pulau ini.
aku menuju ke arah timur pulau ini. aku harus melewati sedikit hutan untuk
sampai ke ujung timur pulau ini.
Setelah beberapa menit aku menyusuri jalan ini, mataku
terbelalak hhwwaaaaaaaa.... it’s wonderfulplace .. pasir putiihh huwaaaaaaaa
... aku berlari-lari kecil membawa terbang layangan di genggaman seakan hanya
akulah penghuni di pulau ini. kali ini
aku yakin, tidak ada yang menggangguku lagi. Yaa damai.. tenang.. tidak ada
suara triakan-triakan yang membuat kupingku menjadi pengang, tidak ada
suara-suara tertawa yang membuat badan bergelincangan, tidak ada orang-orang
yang mengganggu kehidupan. Aku menikmati setiap detik angin yang berhembus,
terkadang menggelitik kulit-kulit pipi ku, membuat kerudungku berterbangan .
hanya ada aku dan suara deburan ombak. Dan aku memejamkan perlahan menikmati
setiap hembusan angin bersama pasir-pasir putih. Mereka berbisik dan
menemaniku, menemani ketenanganku dipulau ini sampai aku tertidur pulas.
• • •
Hembusan angin tadi tiba-tiba menghilang, aku kegerahan dan
peluh bercucuran membasahi wajahku. Aku terbangun dari imajinasiku, rasanya
lelah dan dahaga. Aku haus dan badanku terasa pegal mengelilingi beberapa
tempat tadi.. kkkkrrrrrreeeeeekkksuara tulang-tulang punggungku saling
bersahutan, kepalaku sudah mulai kaku tak bisa menengok kiri dan kanan. Aah
lelah sekali rasanya. Meja imajinasiku sudah berantakan tak karuan, sepertinya
aku terlalu jauh berjalan-jalan. tapi aku senang, akhir dari imajinasiku cukup
membuat aku tenang dan damai. Baiklah akan kupikirkan kemana aku akan pergi
lagi dengan imajinasiku nanti.
Jumat, 27 Mei 2016
If I'm Lost in The Forest
photo by : Listy
Beberapa waktu lalu, aku membaca berita dari twitter kalau
ada yang hilang di gunung Semeru setelah turun dari puncak. Pikirku dalam hati “kok
bisa ya mereka pada hilang begitu” entahlah akupun tak mengerti. Ya!. Dua pendaki
asal cirebon laki-laki dan perempuan itu hilang setelah turun dari puncak.
Kronologinya seperti ini “pendaki yang hilang ini berangkat
ke puncak bersama temannya sebanyak enam orang, lalu di tengah perjalanan dua
orang sakit dan turun. Lalu empat orang lanjut naik ke atas tapi ternyata dua
orang lagi beristirahat di blok batu besar karena ada salah satu temannya yang
sakit dan dua orang lagi melanjutkan untuk kepuncak. Setelah lama menunggu kok
mereka gak turun-turun, sampai jam empat belas. Sampai akhirnya dua orang
temannya yang menunggupun lapor kepada saver di camp Kali mati kalau teman
mereka dua hilang”.
Info dari teman-temannya, dua orang pendaki yang hilang ini
berbekal roti dua lembar, buah pier, air minum dan cokelat beserta headlamp
yang di bungkus rapi ke dalam dayack. Voulenteer
yang standby di Ranu Pani pun langsung segera mencari dan dibantu oleh tim sar.
Beberapa hari mereka mencari dua pendaki
tapi hasilnya nihil. Tak berapa lama kemudian, salah satu pendaki yang hilang
memberi kabar melalui sms kepada temannya dan meminta untuk memberitahu kedua
orang tuanya kalau si pendaki ini hilang dan belum bisa kembali kerumah. Dia juga bilang kalau bisa pulang syukur kalau
nggak yaudah dia minta maaf. Setelah itu dia juga bilang kalau dia mengikuti
aliran sungai agar bisa menemukan jalan yang sebenarnya. (pikirku luar biasa
nyasar masih bisa sms-an. Pasti gara-gara pake si kartu merah. Hmm kala pake si
kartu oren mana bisa smsan di gunung. Sungguh ajaib!) akhirnya dari smsnya tersebut
tim sar pun langsung meraba dimana dua pendaki yang hilang itu berada. Biasanya
pendaki akan tersesat di blank 75, kalau kata voulenteer disana. blank 75
adalah deathzonenya semeru. Jalurnya hampir sama seperti jalur pada umumnya yang biasa dilewati
pendaki. tapi ternyata?? Zonk!! Kali ini
aneh, dua pendaki yang hilang justru tersesat di arah barat kali mati hampir
mendekati sumber mani atau memang... sudah kawasan sumber mani? Heheu..
Sampai akhirnya berkat usaha tim sar gabungan, dua pendaki
itu bisa diketemukan dalam keadaan selamat dan bisa kembali bersama orang-orang
tercinta di rumah.
Aku membayangkan, kalau aku yang tersesat di gunung dengan
perbekalan yang sangat minim seperti itu. Dalam keadaan dingin, tidak ada alas
untuk tidur dan harus terus mencari jalan keluar agar sampai ke tempat tujuan
utama. Entah apa yang aku pikirkan, yang aku pikirkan adalah mati, mati, dan
mati di medan pertempuran. Mungkin kalau
sendiri, di jalan aku hanya bisa menangis sambil berhalusinasi karena air mata
tak pernah habis. Berjalan sambil menangis! Ya mungkin hanya itu yang aku
lakukan ketika di gunung. Walaupun aku tahu apa yang harus aku lakukan ketika
aku tersesat. Dalam keadaan tersesat pun pikiran kita haruslah tetap tenang dan
berpikir apa yang aku lakukan agar aku bisa menemukan jalan pulang. Tapi mau
bagaimanapun kalau dalam keadaan sendiri aku paling takut. Hanya doa yang bisa aku panjatkan agar ada
keajaiban datang dan aku bisa terselamatkan. Jalan mendaki ketika malam saja pikiranku
sudah macam-macam. Apalagi kalau sampai tersesat di hutan?
Aku bingung apa yang ada di pikiran mereka sampai mereka bisa
tersesat. Apakah karena faktor lelah sampai pikiran tak fokus pada jalur? Mungkin
hanya mereka yang pernah tersesat di hutan saja yang merasakan.
Aku pribadi dalam urusan mendaki, aku harus membawa
perbekalan lebih, misalnya aku mendaki 3 hari 2 malam, maka aku akan membawa
bekal makanan untuk 4 hari 3 malam. Karena kita tidak pernah tahu akan terjadi
hal apa di hutan nanti. Walaupun kita sudah berkali-kali mendaki tapi tetap
saja harus tetap berhati-hati dan safety. Sebab mendaki gunung bukanlah ajang
untuk berselfie, tapi keamanan diri harus tetap diperhatikan agar tetap aman. Mendaki
memang menyegarkan pikiran setelah seharian bekerja dikantoran tapi satu hal
yang harus kita ingat. Masih ada orang-orang terkasih yang menunggu dirumah
mengharap kita kembali pulang dengan selamat dan sehat.
Aku selalu berdoa kemanapun aku pergi. Agar aku tidak pernah
merasakan sakit di hutan (walaupun pernah terjadi) dan aku selalu berdoa tidak
mau merasakan tersesat di hutan.
Semoga apa yang dua pendaki tersesat itu rasakan bisa menjadi
sebuah pelajaran berharga.
Dan Salam Hormat untuk Tim Sar yang lakukan dalam pencarian
dua pendaki yang selama ini tersesat. Baik diketemukan dalam keadaan selamat
ataupun yang tidak terselamatkan.
Langganan:
Komentar (Atom)




