Selasa, 24 Oktober 2017

BISNIS KECIL YANG MENJANJIKAN

Bismillah..

halo teman-teman..
kali ini saya mau buat review tentang bisnis bermodal kecil yang menjanjikan.

hari minggu lalu saya sengaja datang ke Bazar atau lebih tepatnya pasar tumpah yang selalu ramai pada hari minggu. disana banyak sekali berbagai macam yang dijual. makanan maupun barang-barang rumah tanggapun tersedia disana, dengan harga yang sesuai kantong kalangan mengengah, pasar tumpah ini pasti selalu dikunjungi.

setiap minggunya para pengunjung selalu ramai berdatangan, ada yang hanya melihat-lihat, mengajak keluarga untuk menikmati pagi di hari minggu, atau ada juga yang beramai-ramai untuk belanja.
saya sangat tertarik dengan tukang jualan Es Jeruk Peras yang memang aseli jeruk yang di peras langsung menggunakan alat pemeras jeruk.harga Jeruk Peras yang dijual adalah sebesar Rp. 5000,-
dan penjual Es Jeruk Peras tersebut dalam sehari bisa mengabiskan 120 gelas langsung. waaaww keren yaa.

mari kita berhitung.
harga jeruk peras 5000 x 120 = 600.000
berarti kalau di kalikan selama 30 hari, omset pedagang jeruk peras bisa mencapai 18.000.000
keren yaaa.
eits tapi kita harus bisa menentukan pasar dan lokasi dimana tempat kita berjualan.
kalau menjual jeruk peras di puncak pastinya usaha kita akan kalah dengan tukang sekuteng.

kita juga harus cermat menentukan lokasi jualan dan juga harga pasar,
jangan sampai kita salah menentukan target hehe..

jadi.. temen-temen semua tergiur dengan usaha jeruk peras ini???

Rabu, 23 Agustus 2017

SUDAH KERJA, KOK MASIH JUALAN?



hay..


ada yang bilang, "Listi sudah kerja kok masih mau jualan? emang gajinya kurang?" 

hehe aku hanya terkekeh. bukan masalah aku tidak merasa cukup dengan gajiku. tapi sebenarnya aku tidak mau berlama-lama menjadi pegawai kantoran. menjadi seorang ibu rumah tangga itu adalah cita-citaku. ya memang aneh bukan? banyak perempuan disana yang mau menjadi wanita karier. tapi itu adalah sebuah pilihan. aku Lulusan S1 hukum yang saat ini berkerja di salah satu Perusahaan Swasta di Jakarta, tapi rasanya aku memang jenuh. waktuku habis hanya untuk di kantor saja. 
aku memikirkan bagaimana kalau aku menikah nanti dan dikaruniai anak tapi aku masih saja sibuk diluar rumah. suami dan anakku terlantar, aku hanya menjadi seorang istri yang paruh waktu. hanya ada ketika suamiku dirumah dan hanya ada diwaktu malam saja. 

ketika aku punya anak, kasihan anakku yang besar dan tumbuhnya di asuh oleh orang lain, yang aku tidak tahu bagaimana perkembangannya, bagaimana masalah agamanya, bagaimana ia bermain dan juga bergaul. 
aku juga tidak rela kalau suami dan anak-anakku menikmati hidangan yang bukan aku sendiri yang membuatnya. 

sungguh, aku tidak rela. 
aku tidak mau menjadi seorang istri yang hanya setengah-setengah melayani suamiku, 
tidak menyambutnya ketika ia pulang bekerja mencari nafkah untuk kami. 
aku tidak rela kalau suamiku harus melirik wanita lain karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku.

tapi sebagai wanita, aku juga tidak mau membebankan suamiku. 
aku tidak ingin suamiku terlalu kerja keras karena lelah bekerja, 
aku ingin, ketika menikah nanti aku bisa membantu suamiku dengan usaha kecilku.

dimulai dari sekarang,  aku sedang senang berjualan, aku bermimpi punya usaha sendiri, menjadi perempuan yang punya usaha sendiri,
supaya aku bisa bekerja dirumah mengurus anak dan suamiku. 

memiliki waktu untuk bekerja dirumah, mengurus rumah, mengurus anakku, melayani suamiku, menuntut ilmu agama. betapa aku ingin sekali seperti itu..

saat ini aku sedang berjuang untuk tidak menyusahkan suamiku,
aku berusaha menabung agar cita-citaku tercapai. 
agar aku bisa melayani suamiku dengan fulltime, 
menjadi seorang ibu yang fulltime juga.

itulah mimpi dan cita-citaku.
menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha dan punya banyak waktu untuk anak dan suamiku.

:")

Naik Vespa Ke Tanjung Lesung




"Aku mau touring naik Vespa"

"touring? naik vespa? sama siapa? aku boleh ikut?


"aku belum selesai ngomong, kamu udah nyerocos duluan"

"ooh hehe iya iya maap kalo gitu"


"mau ke sawarna" katanya lagi

"hah? sawarna? nggak jangan. 

ke tanjung lesung aja bagus. di sawarna kurang bagus (pengalaman teman-teman yang sudah kesana)
lagian disana kan cuma karang" 

seperti biasa, setiap kali Pras mau pergi dia selalu bilang, dan kali ini Pras mengajakku touring naik Vespa ke ujung barat pulau Jawa, yaitu ke Tanjung lesung dengan saran dariku. Pras langsung mengiyakan setelah aku tunjukan foto keindahan Tanjung lesung yang aku searching di Mister Google. 

trip kali  ini memang bukan kali pertama kami menunggangi Vespa. 3 bulan lalu, aku pergi ke kawasan Gunung Halimun di Bogor dengan menggunakan Vespa juga. nanti aku ceritakan bagaimana keseruan trip ke Gunung Halimun Bogor. 

perbekalan yang tidak begitu rumit, membuatku semakin tidak sabar untuk sampai di Tanjung Lesung, menikmati deburan ombak, hembusan angin sambil tiduran lucu di hammock. ah rasanya sudah tidak sabar menanti suasana itu. 

hari rabu, sepulang kerja aku langsung membuat bekal untuk di perjalanan. aku tahu kalau perjalanan kali ini akan melelahkan. bayangkan saja naik Vespa ke Tanjung Lesung dengan jarak hampir 5 jam kami tempuh. tak mengapa asal sama kamu hihi..

setelah bekal sandwichku dan juga nugget yang aku goreng di magic com (maklum anak kost) aku langsung mandi dan membereskan sedikit kamarku yang tidak karuan. 
Pras yang dari bengkel pun langsung mandi dan menjemputku di kost.

sesampainya Pras di kostan, kami terlebih dulu menunggu yang lainnya di rumah Jordy. kami berangkat ber-6. Maul, Endut, Ka Fendi dan juga Fachri. 
pukul 22.30 kami berangkat dari Cengkareng. ya memang kalau piknik bareng mereka itu memang agak slow, kalau orang lain ikut mereka trip bareng dan ternyata mereka itu lambaaatt pasti ya kapok trip bareng hahaha..

sebenarnya, aku sudah ngantuk banget karena kerjaan hari ini sengaja aku babat habis, ya maklum kan besoknya mau bolos kerja haha (pegawai gak teladan jangan di tiru)
tapi ya Pras maklum, dan pasti tau kalau aku bakalan tidur di Vespa haha.

Vespa kami melaju tidak kalahnya dengan motor bebek biasa, bahkan lebih cepat dari motor-motor biasa, aku pikir karena Vespa memiliki kopling yang menjadi acuan mereka melaju cepat atau memang karena Pras yang suka setting-setting mesin supaya bisa ngebut haha gak ngerti yang penting aku di bonceng. entah aku lebih suka naik vespa daripada naik motor biasa. dari jaman SMP sebenarnya memang sudah suka, malah di daerah rumahku lebih banyak anak vespa reagge haha, tapi ya karena aku masih remaja jadi cuma sekedar suka aja gak bisa naik hehe. eh pernah deng beberapa kali naik vespa malah nyusruk ke got -_-


pukul 01.30 kami sampai di daerah cikande, 
serunya naik Vespa ketika Vespa kita mogok atau lagi bongkar mesin, pasti vespa lainnya ikt bantuin. ehm solidaritasnya tinggi. pernah suatu kali kami dapati seorang bapak di Jl lingkar luar cengkareng sedang membetulkan Vespanya, lalu Pras berenti ikut bantuin si bapak yang keliatannya lagi buru-buru mau kerja, Pras ikut bongkar Vespa dan gak ada setengah jam Vespanya nyala lagi (yeaay) dan akhirnya si bapak bisa kerja. 

sama halnya ketika kami berenti di pinggi jalan cikande, padahal Vespa kami tidak ada yang lagi mogok tapi vespa lain berhenti nanyain keadaan vespa. gak lama kami bertegur sapa orang itu ngasih kita stiker, dan ternyata dia itu anak skuter lampung heheu ciye anak komunitas. 

kami memilih untuk istirahat sebentar di warung lombok pilihan Maul, awalnya kita mau makan nasi goreng tapi Maul salah liat yaudah mau gak mau kita berenti. 
karena akau udah ngantuk banget jadilah aku terkapar di warung lombok itu, aku memilih untuk tidur dan gak makan. cuma Maul, Endut, Ka Fendi, Fahcri dan Pras. 
setelah mereka selesai makan, kami melanjutkan perjalanan. 

jalur cikande yang cukup mencekam, banyak sekali mobil-mobil besar pengangkut barang berat sedangkan kami kendaraan kecil yang siap mereka senggol tapi naudzubillah jangan sampai. 
kami memilih untuk mendahului mobil besar, jalurnya pun juga tidak terlalu mulus jadi kami harus berhati-hati melewati jalan raya serang yang kalo kata anak-anak itu "transformer indonesia" haha..


ya Vespa kami kembali melaju dengan cepat, menurutku naik vespa seperti bermain tamiya, mobil balap yang menggunakan dinamo agar kecepatannya pun bisa lebih kencnag dari lawan. 
jalanan sepi sekali, hanya ada vespa-vespa kami yang menghiasi suara heningnya kota pandeglang pada malam itu.


pukul 01.30 wib, kami sampai di alun-alun pandeglang, 
kaki-kaki kami selama hampir 3 jam akhirnya bisa di luruskan, belum lagi para driver yang vespa yang tangannya sudah hampir keram haha..
bekal yang tadi sore aku buat, aku keluarkan sebagai pengganjal perut yang hampir keroncongan, padahal tadikan sudah makan. 


Pras kembali membakar sebatang ciggarretenya, walaupun ia tahu kalau aku tidak suka melihatnya merokok. merusak kesehatan saja. badan sudah kurus tak ada daging dan hanya tinggal tulang, tapi tetap saja sebatang dua batang masih habis dia hisap. 
sesekali nugget yang aku bawapun ia makan. 


heningnya kota pandeglang mengingatkan Pras, Maul dan Ka Fendi pada sesuatu yang membuat mereka tertawa, aku tidak mengerti apa yang mereka tertawakan. yang aku pahami kalau mereka pernah tidur di alun-alun kota sambil menunggu Gusli. hehe aku ikut tertawa saja agar keliahatan ngerti padahal mataku sudah sayu-sayu mengantuk.

kami melanjutkan perjalanan kembali, masih 4 jam untuk sampaike pantai. sesekali Pras menyuruhku untuk membuka googlemap untuk melihat seberapa jauh lagi jarak yang akan kami tempuh. 
Pras bilang, kalau sudah sampai di labuan artinya sudah mau dekat kurang lebih satu jam lagi sampai dan setelah kami melewati labuan ternyata di jalan Maul mengantuk, dan akhirnya kami berhenti di masjid.
Vespa kami terparkir di halaman masjid, waktu itu sudah mau subuh kalau tidak salah sudah pukul 04.00 wib, 
Pras langsung duduk juga diikuti yang lainnya. 

asap-asap rokok kembali mengepul, rasanya mual dan tak tahan dengan baunya. rasanya kesal juga melihat Pras kembali membakar sebatang rokoknya. 

aku bilang 
"kamu ngerokok mulu"

"ngerokok mulu dari mana? kan baru ini"

 "iya tapi sering" kataku

"kan aku udah gak ngerokok lagi" jawabnya lagi

ah yasudahlah, daripada kami debat, aku diam saja dengan wajah masam. 

pukul 04.30 adzan subuh berkumandang, Pras, Endut, dan juga Ka Fendi segera mengambil wudhu untuk menunaikan sholat subuh berjamaah. senang sekali rasanya melihat mereka sholat berjamaah. sejuk, bagiku seperti pohon kering yang di sirami dengan air lalu kembali tumbuh. 

kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pantai Tanjung Lesung. mata-mata hitam mereka tak karuan aku melihatnya. rasanya lelah sekali. kalau saja aku bisa mengendarai Vespa mungkin sudah aku gantikan Pras supaya dia bisa istirahat. 

Dari gelap hingga terang, kami terus menyusuri jalur desa Pandeglang, rasa-rasanya aku pernah melewati jalan ini, ya waku itu 2tahun yang lalu aku pernah lewat ini,bertemu dengan adik-adik yang semangat bersekeolah walaupun keadaan sekolah mereka hampir runtuh karena sudah bepuluh-puluh tahun tidak di renovasi. 

kami melewati pasar dan mampir sebentar membeli sarapa nasi uduk. rasanya jauhh sekali untuk sampai ke pantai, walaupun kami sudah memasuki desa Tanjung Lesung tapi jalur yang kami lewati sangatlah panjang, terlebih kami menunggangi si tua baja yang antik. 

Pagi itu, awan sedikit mendung dan udara pantai sudah terasa kencang.
menghempas kibasan-kibasan pakaian dan membuat aku semakin ingin segera berayun di hammock. 

penunjuk jalan Tanjung Lesungpun sudah menandakan kalau kami sebentar lagi sampai.
di sebelah kanan jalan kami, sudah tampak pantai dan hempasan ombak dengan karang, indah sekali. 

lima kilo meter lagi ...


Tanjung Lesung 


setelah melewati jalur yang panjang akhirnya kami sampai di kawasan pantai Tanjung Lesung, ketika kami memasuki kawasan Tanjung Lesung yang seperti kawasan Villa ini, kami tampak heran, dimanakah pantainya? tidak ada suara-suara ombak, atau bau-bau angin pantai, yang ada hanyalah tumbuhan bakau di sebelah kiri kami dan daun yang rindang. 
kami pun juga was-was dengan sisa bensin, sebab pintu masuk kawasan pantai Tanjung Lesung itu lumayan jauh, hampir 1km kalau sampai mogok karena kehabisan bensin, hahaha ya deritalah kita. tapi kata Pras "tenaangg" haha iyakan saja. 

setelah kebingungan hampir 15 menit di jalur kawasan pantai Tanjung Lesung, kami memutuskan untuk bertanya kepada orang yang lewat, mungkin saja dia tau dimana letak pantainya. 
ka Fendi akhirnya pun bertanya kepada bapak-bapak yang hendak masuk ke area 'Beach Club' 

"Pak kalau mau ke pantai lewat mana ya?' tanya ka Fendi
"masuk aja mas lewat sini, bayarnya per orang 100 kalau ikut beach clubnya"

aku dna yang lainnya mendengar hal itupun langsung hilang semangat. aku pikir yaudahlah kita cari tempat lain aja, mungkin kalau ke ara barat lagi bisa ketemu pantai yang lebih bagus daripada pantai seharga Rp.100.000 
dan akhirnya kamipun coba untuk masuk ke kawasan pantai beach club. 

untuk meyakinkan kalau pantai ini memang pantai yang  
bisa dikunjungi akhirnya kamipun coba untuk masuk. Maul dan Fahcri mulai masuk dan izin dengan satpan yang berjaga di pantai, ketika Maul dan Fachri masuk, Maul bilang kalau pantainya sama seperti yang ada di google haha. 
akhirnya kami masuk dengan tarif Rp. 25.000

setelah perjalanan panjang, Vespa di parkirkan dan kami mulai mencari lapak untuk menggelar makanan. dengan lahap kami makan setelah perjalanan dari semalam. 
setelah makan selesai, kami mencari tempat untuk beristirahat. 
berjalan santai dengan suara deburan ombak dan hembusan angin yang terkadang membuat baju kami terbang. memang Nikmat Tuhan tiada duanya. 

Maul, Arip, Kageng, Ndut dan Pras membuka flysheet, aku juga memasang hammockku karena sudah tidak sabar ingin berayun menikmati hembusan angin dipinggir pantai. 
setelah hammock dan flyseet selesai di gelar, tidak lama kemudian langsung semuanya terpulas. 

Tanjung Lesung ini memang cocok untuk para pejalan yang suka dengan pantai, di tengah pantai tampak begitu romantis ayunan seperti di Lombok, kalau sepi mungkin lebih romantis. 
ada ayunan jaring di pantainya, pantainya pun masih terlihat bersih, bahkan hanya beberapa pengunjung saja. kalau dibangingkan dengan pantai anyer ini tidak sebanding karena pengunjung yang terlalu ramai. 

selain gunung, pantai adalah tempat favoritku untuk menyendiri. menikmati hembusan angin dan juga deburan ombak, menikmati suara-suara nakalnya burung yang berkeliling di kawasan pantai. 

berkendara dengan Vespa menuju pantai memang seru sekali, 
aku berharap masih bisa seperti ini setelah menikah nanti, berkendara dengan Vespa bersama anak dan suamiku kelak. hehe
 

Selasa, 04 April 2017

Dia Yang Sempat Hilang

Kepada kamu yang sempat menghilang
dan aku temukan dalam genggaman yang lainnya
aku lebih memilih bungkam daripada aku harus berdemo dengan rasa
meronta dan merengek untuk meminta hatimu untukku
memaksa untuk melihat "INI AKU"
seakan aku tidak peduli siapa yang engkau genggam sekarang.

tapi aku mengalah
mengalah untuk dia yang saat itu telah bersamamu
dua wanita yang mengejar untuk mendapatkan hatimu
memperebutkan hatimu..
tapi tidak dengan aku..

aku lebih memilih bungkam dan tanpa sepatahpun aku berkata
aku lebih memilih untuk mengalah dan pasrah
aku ini siapa?
bahkan aku seperti daun gugur yang jatuh dari pohonnya lalu
di injak-injak lalu di lupakan.

aku ini siapa??
perempuan yang tak cantik parasnya dan acuh saja
memikirkan penampilan saja aku tak mampu
huh.. apa aku ini sedang bermimpi untuk merebut hatimu dengan dua wanita itu?

aku lebih memilih diam, bungkam, membisu ratusan tahun.
aku lebih memilih untuk menjalani hidupku,
menikmati duniaku yang kamupun tak tahu
bagaimana aku mengarungi waktu.

menjauh darimu, aku menemukan sesuatu
menjauh darimu, aku mendapatkan banyak hal,
tanpamu dulu aku bisa berpetualang kemana saja,
menjajahi gunung dan laut seorang diri..

orang lain tak peduli dan akupun tak peduli kemana aku pergi,
ya..
ternyata aku bisa mengarungi waktu tanpa kamu,
tanpa kamu yang dalam benakku masih tertanam sampai saat ini.

menjauh darimu, aku pernah merasakan cinta
menjauh darimu, aku pernah merasakan rindu
menjauh darimu, aku pernah merasakan sakitnya di khianati.
aku pernah merasakan luka yang sangat amat pahit dan perih.
lebih dari kau yang pernah ditinggal menikah  kekasihmu dulu.
lukaku dulu seperti sayatan luka yang di teteskan dengan cuka.

kalau sakitmu dulu masih ada yang menghibur. teman-temanmu
aku sama sekali tidak.
aku mengobati lukaku sendiri. seorang diri
tak ada teman, tak ada ruang untuk berbagi..
hanya aku sendiri.

Takdir mempertemukan kita lagi,
saat aku mencoba menyembuhkan luka,
dan aku mulai kembali bangkit untuk menolak rasa sakit.

ya..
kamu datang..
lagi..
lagi..
dan ...
semakin mendekat,

tolong jangan pergi lagi,

dalam hatiku, aku tak mau kembali terulang pada masa-masa itu
masa dimana aku memendam rasa yang sangat jauh untuk aku gapai.
tapi entah..
aku merasa yakin saat ini,
bersamamu aku mau merangungi waktu bersama
menggenggam tangan yang sangat erat untuk saling menguatkan,
rela bersandar di bahu saat kita saling membutuhkan,

bersamamu,
rasanya aku mau terus berlama-lama
mengahadapi rintangan bersama
tertawa bersama
saling berpelukan
sampai suatu saat nanti
kita akan bahagia. 

jangan penah pergi lagi,
jangan pernah katakan "aku menyerah"
yang aku butuhkan seakarang adalah "aku mau berjuang bersama"

 kamu seperti senja yang hampir saja tenggelam seakan tak pernah kembali,
tapi ternyata aku salah. ternyata senjamu membawa keindahan yang selalu di rindukan.

Jumat, 17 Maret 2017

Kekuatan Pikiran




akhir-akhir ini aku merasa jika sesuatu yang aku pikirkan itu akan benar terjadi
baik pikiran negative ataupun pikiran positive
aku pikir, aku adalah seorang yang mempunyai indera ke enam,
tapi setelah aku pahami bahwa pikiranku memiliki kekuatan yang yang sangat tajam
bukan karena aku memilki indera keenam,
aku adalah tipe orang yang mudah lupa,
aku juga bukan orang yang mahir dalam berhitung.

aku menyadarinya akhir-akhir ini
kenapa sering sekali hal-hal yang pernah aku pikirkan
berubah menjadi kenyataan.
ternyata itu berasal dari pikiranku.
kalau aku memikirkan tentang hal-hal negative maka,
akan terjadi hal-hal yang negative,
sebaliknya, kalau aku memikirkan ha-hal positive,
maka aku akan mengalami hal-hal positive pula.
entah itu senang ataupun sedih.

aku memang orang yang gemar berimajinasi
tapi imajinasi itu berasal dari pikiran juga.

saat ini aku masih mencari bagaimana caranya
agar pikiranku tidak mempengaruhi kehiudpanku untuk kedepannya.
sejujurnya aku ingin hidup normal. maunya bahagia-bahagia saja

terkadang, kalau aku sedang memikirkan hal yang tidak enak,
aku langsung merubahnya menjadi sesuatu yang menakjubkan.



Rabu, 15 Februari 2017

Nina


Hujan itu datang lagi,

Tapi bagi Nina itu bukanlah penghalang untuk bertemu dengan sang pujaan. Baginya, Hujan adalah moment yang romantis untuk tidak di lewatkan.

Padahal ini bukan jadwalnya ia bertemu dengan sang pujaan.
harap-harap cemas, melihat rintik hujan di balik jendela, ia berharap sang hujanpun berpihak padanya kali ini untuk tidak datang terlebih dahulu.

Segera Nina menyiapkan pakaian dan buah tangan hasil karyanya, transpirtasi online pun sudah ia pesan agar sesegera mungkin ia datang sebelum hujan.

Berdoa dan terus berdoa,

Nina langsung beranjak dari kamar. Sepeda motorpun melaju kencang, bukan Nina yang memintanya, tapi sang pengemudi yang berinisiatif melaju kencang. Nina bahagia dibuatnya, sesederhana itu ia merasaka bahagia.



Di Kedai Kopi

Setapak Nina berjalan menuju tempat Joe bekerja, dengan ramah Nina menyapa tukang parkir di depan kedai Kopi, senyum ramah membuatnya Nina tampa akrab dengan lingkungan di sekitar. Kang Erik, security di tempat Joe sudah paham betul dengan kedatangan Nina, pasti untuk bertemu dengan Joe.

Perlahan Nina menuju ke Arah Joe, dengan manis mereka berpapasan dan saling senyum. Joe sang Pujaan Hati Joe, dan Nina yang dicintai Joe. Bahasa isyarat mereka sudah di pahami satu sama lain. Jadi tak ada percakapan panjang antara mereka berdua. Nina langsung duduk manis menghadap tempat Joe bekerja, tanpa kata. Mereka sudah saling mengerti. Nina yang sabar dan Joe yang pengertian. Malam belumlah larut, Nina masih setia menunggu Joe sampai Joe selesai bekerja.

Di Kedai Kopi.


Kamis, 20 Oktober 2016

Bel Baru di Kamar





Hari ini aku terbangun dengan adanya suara salam dari balik pintu,
salam yang tidak biasa aku dengar, bahkan suara salam itu adalah suara laki-laki
melengking ditelinga.

Suara yang tidak enak didengar dan membuatku pengang rasanya.
segera saja aku beranjak dari kasurku,
aku buka pintu dan clingak-clinguk mencari berasal dari mana suara itu.

Tak lama kemudian, suara itu kembali terdengar
ternyata, ada bel di balik jendela kamarku
aku langsung saja memanggil ibuku dan langsung turun ke bawah

Aku tanya pada ibuku,
“bu, ibu yang taruh bel di jendela kamar?” tanyaku heran
seketika ibuku menahan tawa dan sambil memencet bel kamarku dari bawah
aku tertawa bersama pagi itu..

Setelah selesai mandi, aku kembali ke kamar
belum selesai aku merapihkan jilbabku,
ibuku sudah kembali memencet bel lagi hahaha

Aku langsung turun kebawah dan bertanya “ada apa bu?”
ibuku menahan tawa lagi, lalu ia bilang “gak apa-apa Cuma takut kamu telat ke kantor”
‘plaaaaakkk’ rasanya bel itu menjadi mainan baru ibuku,
sungguh jail sekali ia, hahaah tapi tak mengapa
kalau itu membuatnya bahagia, aku rela menjadi korban kejahilannya

Minggu, 04 September 2016

Senja


aku suka sekali dengan senja
setiap ia akan datang, aku menyambutnya dengan riang
mengabadikan setiap keindahan warna jingganya dan juga cahayanya yang hangat

dari senja aku belajar
belajar untuk menjadi indah walaupun ia akan tenggelam
tetap memberikan warna untuk semua orang walaupun ia akan hilang
aku belajar dari warna jingganya
ia selalu membuat orang-orang mengenangnya walaupun sudah tenggelam

dari senja aku belajar ...

Sabtu, 03 September 2016

Bebas yang seperti apa??





Bebas...

Semua orang di dunia ini pasti inigin kebebasan..
kebebasan dalam berkarya
kebebasan dalam hidup
kebebasan dalam berekspresi
kebebasan dalam mengungkapkan sesuatu
kebebasan dalam menggapai cita-cita
kebebasan dalam bergaul dengan siapa saja
kebebasan dalam berbicara
kebebasan untuk pergi kemana saja
kebebasan untuk mencari kebahagiaan dan...
kebebasan untuk diri sendiri

Tidak pernah ada yang salah seseorang dalam mendapatkan kebebasan
setiap orang menuntuk kebebasan..

Bahkan negara-negara yang saat ini jajah sangat ingin sekali bebas dari teror-teror yang setiap siang dan malam selalu menghantui wilayah mereka.

Mereka menginginkan bebas seperti burung yang dapat terbang bebas kemana saja, bahkan mereka bisa keliling dunia tanpa memikirkan keluarga.

Mereka menginginkan kebebasan.

Aku setuju kalau setiap orang memiliki hak untuk bebas,
aku yakin semua orangpun tidak menginginkan adanya aturan-aturan

Misalnya saja seperti anak-anak yang menuntut kebebasan kepada orang tuanya untuk selalu bermain tanpa harus belajar dan sekolah

Akupun setuju bahwa setiap jiwa memiliki kebabasan. Tapi apakah kebebasan itu membuat kita lupa akan segalanya? Melupakan bahwa kita memiliki sesuatu yang berharga? Misalnya saja kita bebas tanpa aturan rumah yang kerap kali membuat kita gerah dan rasanya ingin keluar rumah saja. Bermain, berkumpul dengan teman sebaya.
Misalnya saja kita bebas tanpa aturan lalu lintas yang membuat kita kerap kali kesal dengan aparat negara yang selalu membuat aturan seenaknya saja.
Misalnya saja kita bebas tanpa adanya aturan jam kerja kantor yang membuat kita terbirit-birit datang tepat waktu berangkat ke kantor.
Misalnya saja istri yang bebas pergi kemana saja dan dengan siapa saja tanpa harus pamit dengan suaminya.

tapi apakah dengan kebebasan yang kita miliki kita bisa memiliki semuanya? Kesenangan tanpa adanya aturan, tanpa ada larangan, tanpa ada batasan. Semua orang bisa bebas melakukan sesuka hati mereka tanpa memikirkan bahwa kebebasan yang mereka miliki selalu di salah gunakan.

Bebas bukan berarti liar dan melupakan aturan.

Aku selalu menuntut kebebasan kepada orangtuaku yang selalu menentang bahwa aku harus pulang paling lambat jam sepuluh malam. Tapi aku selalu meyakinkan mereka, bahwa kebebasan yang mereka berikan padaku bukan berarti aku harus bertingkah liar dan seenaknya. Mereka percaya bahwa dengan kebebasan yang mereka berikan adalah untuk sesuatu yang bermanfaat.
kedua orangtuaku selalu mengingatkan bahwa kebebasan yang aku dapatkan pastilah memiliki batasan.
Apa batasannya?
Batasannnya adalah aku harus ingat orang-orang yang ada disekelilingku,
bahwa mereka punya hak untuk mendapatkan waktu untuk bersamaku walaupun aku sibuk dengan kebebasanku.
Aku bebas pergi kemana saja, aku bebas mendaki gunung mana saja, aku bebas bermain dengan siapa saja, aku bebas kerja dimana saja, aku bebas dalam mengungkapkan sesuatu kepada kedua orangtuaku,
tapi kebebasan yang aku miliki pastilah punya “pagar” agar aku selalu ingat bahwa mereka punya hak untuk waktu yang aku habiskan.
Karna aku pun tidak suka di atur-atur, aku meyakinkan orangtuaku bahwa kebebasan yang mereka berikan padaku haruslah memiliki nilai positif untuk diriku dan juga untuk orang lain. Aku bebas pergi kemana saja dan dengan siapa saja, satu yang mereka minta padaku adalah menjaga kepercayaan mereka dan membagi waktuku dan membagi waktu untuk orang-orang disekitarku. membagi waktu untuk teman-temanku bermain,
membagi waktu dengan orang yang ada disampingku,
membagi waktu untuk jiwaku
membagi waktu untuk ragaku yang seharian aku pakai untuk bekerja atau untuk bermain.
Karena orang disekitarku pun memiliki hak untuk waktu yang aku habiskan karena kebebasanku.

Bebas memang selalu identik dengan “terserah saya mau berbuat apa, pergi kemana saja dan pergi dengan siapa saja”

Tapi mereka lupa dengan hak orang-orang yang ada disekitar .

Aku setuju bebas ada batasannya.

Bebas punya batas, seperti orangtua yang memberi kebebasan dengan batasan tidak boleh bermain lebih dari jam sepuluh malam, tidak boleh berbicara kasar, tidak boleh berbuat jahat. Kalau anak-anak diberikan kebebasan bermain tanpa ada batasan, maka anak itu akan terus bermain sampai ia puas dan tidak memikirkan pendidikannya, kalau mereka dibebaskan untuk pulang kapan saja, maka kita yang dibebaskan akan pulang lebih dari jam duabelas malam bahkan kalau perlu tidak pulang, kalau mereka dibebaskan berbicara apa saja tanpa ada batasan, maka mereka akan berbicara kasar kepada siapa saja tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.

Arti bebas menurutku adalah bebas melakukan apa saja, bertindak apa saja, pergi kemana saja tapi bebas tetap punya batasan, tetap mengikuti aturan dan menghargai orang-orang yang ada di sekitar

Rabu, 31 Agustus 2016

Wanita Penghibur




Mereka bersenang-senang diatas ranjang kemesraan
padahal yang mereka lakukan hanya demi uang,
mengangkang sampai habis birahi para laki-laki yang mencari kepuasan

Perempuan itu setengah telanjang,
demi uang mereka rela kesakitan
walau mereka bilang itu adalah surga dunia

Mereka lupa apa artinya bahagia
perempuan penghibur itu akhrinya mencari cinta
tapi ternyata cinta lebih menyakitkan dari pekerjaannya

Cinta membuat ia lupa bahwa sebenarnya cinta harus membuat bahagia
tapi pada akhirnya kembali terluka

Perempuan itu kembali lagi
kembali pada laki-laki hidung belang
yang setiap malam menindih tubuhnya hingga menjadi satu tak kelihatan

Uangnya berlimpah ruah tapi ia tak bahagia
perempuan itu sungguh malang,
meladeni setiap birahi yang sudah tidak bisa ditahan lagi


Selasa, 30 Agustus 2016

Cerita pukul tiga pagi




ini sudah pukul 03: 14 pagi

sebenarnya aku terbangun
mimpi sesuatu yang tidak mengenakan,
aku bangun ...

aku nyalakan lampu kamarku
menyalakan mp3 dan membuka laptop
aku turun ke kamar ibuku mengambil chargeran
kemudian kembali lagi ke kamar

aku melanjutkan tulisanku yang tertunda
sebaris demi sebaris
paragraf demi paragraf aku selesaikan
sampai akhirnya selesai sudah tulisanku

lagu adelaide sky masih menemaniku pagi ini
lalu aku buka buku curhatku berwarna kuning dengan pena berwarna oranye
aku tumpahkan semua yang ada dalam benakku
aku keluarkan segala uneg-unegku
tiba-tiba ada pesan dari bosku
dia bilang ini dan itu..

rasanya aku mau liburan,
seminggu setelah resign dari kantor aku mau liburan
mengistirahatkan otakku yang sudah penat karena kerjaan
kerjaan yang selalu ditagih dan harus selesai sehari
aku seperti sapi.
di peras terus susunya sampai habis
sudah habis susu sapi itu di perahnya, ia tetap memaksa untuk terus memerah susu si sapi

bosku seenaknya..
padahal karyawan cuma tiga, tapi kerjaan bertumpuk kerja rodi
digaji tak seberapa
tapi makian dan cacian selalu ia lontarkan dengan seenaknya.
sungguh enak sekali jadi bos itu

dan sekarang, meja kamarku dipenuhi dengan buku
buku dimana aku menumpahkan apa yang ada di pikiranku
saat ini aku cuma butuh liburan
aku mau refresh otak sebelum aku kembali menjadi sapi perah,

masalah cinta aku tak peduli. biarkan seperti ini sampai mati
sebab cinta tak pernah peduli padaku.
cinta terlalu lama menyakitkan, dan kini? kembali menyakitkan lagi bukan?
huufff masalahku terlalu rumit rasanya.

sudah dulu ceritanya, besok aku lanjut kalau aku mau
aku mau istirahat, sekarang sudah hampir mau subuh
setengah jam aku menulis seperti ini.
aku mau tidur sampai jam sembilan pagi. maklum si tamu sedang datang jadi aku libur sholat subuh
selamat fajr

Senin, 29 Agustus 2016

butuh piknik

saat ini yang aku butuhkan adalah ..
menghirup udara sejuk,
menikmati semilir angin yang berhembus,
menikmati dinginnya udara yang menggigilkan tubuh sampai ke pori-pori.

saat ini aku mau menyendiri..
berhenti sejenak memikirkan segala sesuatu yang membuatku tambah rumit
aku mau pergi,
pergi jauh dan jauuh..

aku mau menghilang
hilang sejenak meringankan beban pikiran
aku butuh liburan.

aku mau pergi sendiri.
tidak berdua, karna percuma saja berdua kalau ...
ah sudahlah ..

aku mau menghilang,
tidak ada wifi, tidak ada internet, tidak ada telfon, sms atau komunikasi lainnya
hanya aku sendiri, menikmati jalanan sepi ..

aku mau pergi ...

Kamis, 25 Agustus 2016

Curhat

lagi males nulis
eh bukannya males sih tapi tepatnya adalah karena kecapean kerja gak ada waktu.
pulang kerja tidur, bisa mikir aja udah syukur banget.

masih punya hutang tulisan catper Sumbing
tulisan 17 agustusan sepedahan
gak ada waktu.

pengen gitu punya waktu semingggu yang bener-bener free main-main sama nulis
pengen gitu diajak liburan kemana kek yang penting jalan.
ngilangin penat, ketawa bareng danlain-lain.
liburan tidur seharian bangun sore. ehmm
ya bangun tidur kalo sholat lanjut tidur lagi. makan tidur udah
berasa banget hidup jadi zombie yang gak punya kehidupan.

kenapa gak jalan sendiri??
ehmm bukannya gak mau. cuma lagi rawan aja jalan sendirian.
maunya diajak. kalo gak diajak yaudah dirumah aja gak keluar rumah
biarin putih jadi ratu gak keluar rumah, pas keluar rumah jadi putih bersih kayak bule.
bule? haha kagak bule kepet yag ada. atau embe di bedakin??

yaudah gitu aja sih.
lagi kurang piknik aja sebenernya

Selasa, 16 Agustus 2016

Menembus jarak Tangerang - Jakarta di Hari Kemerdekaan




Akhir-akhir ini aku lagi seneng-senengnya ngegowes, yang jelas bukan gowes becak yah hehehe tapi aku lagi suka gowes sepedah yang jaraknya lebih dari 1km. Beberapa bulan lalu Aba’membelikan aku sepeda lengkap dengan helmnya. Karena Aba’ tau setiap kali aku datang kerumah kakak ku di cianjur, aku lebih memilih untuk bersepeda keliling kota Canjur sampai berjam-jam, Berangkat sore pulang menjelang magrib. Terkadang kalau waktunya banyak, aku memilih untuk bersepeda pagi pukul 6 dan baru pulang pukul 10 pagi.

Kali ini aku berencana untuk gowes sepeda menembus Tangerang – Jakarta.
Seminggu sebelum eksekusi, aku memikirkan banyak hal dengan jarak yang akan aku tempuh nanti. Kuat kah aku dengan jarak yang cukup jauh? Terlebih kalau aku memulainya dari rumah yang berbatasan dengan Serang. Ya memang rumahku adalah ujungnya Kabupaten Tangerang. Cukup jauh bukan?

Kalau menggunakan sepeda motor dari rumahku menuju jakarta, waktu tempuhnya adalah 1,5 jam. Tapi kalau dengan gowes sepeda??? Hmmm aku pun pikir ulang untuk tenaga yang akan aku keluarkan nanti. Lelah pasti, tapi bersepeda menembus Tangerang – Jakarta jangan sampai berhenti!!

Kali ini aku di temani adik kelasku semasa kuliah dulu, Sylvi namanya. Awalnya ia sempat menanyakan kegiatan bakti sosial di 17 Agustus nanti, dan aku langsung kontek bang Angger untuk menanyakan pula acara apa yang akan di adakan untuk 17 agustus. Sebab, waktu tahun 2015 aku merayakan 17 agustus di ciherang banten tepatnya di sekolah SD Ciherang Pandeglang. Acara yang akan diadakan bang Angger untuk tahun ini sebenarnya di sekolah yang ia punya yaitu SDIT Ruhul Amin. Lalu akhirnya bang Angger dengan senang hati memberikan aku info acara yang diadakan 17 Agustus nanti. Tapi sayangnya aku tidak bisa ikut karena rencana gowesku itu.



17 Agustus 2016

Mungkin ini adalah kali pertamaku mencoba hal yang menurutku gila. Tapi kalau untuk perhitungan waktu kira-kira hampir sama dengan naik gunung. kurang lebih menghabiskan waktu selama 6 – 7 jamn untuk menembus Tangerang – Jakarta. Aku sempat berpikir kalau aku benar-benar memulai gowes sepeda dari rumahku yang jauh, maka aku akan sampai di karawaci saja. Dan akhirnya aku menebeng saja dengan aba’ yang juga akan pergi ke kantor mengikuti upacara 17 agustusan.

Pukul 05.00 pagi aku langsung bersiap-siap untuk perbekalanku nanti selama perjalanan. Helme sepeda dan berbagai cemilan aku masukkan ke dalam tas, dan aku memasukkan 2 botol air minum untuk perbekalan, serta uang untuk jaga-jaga. Lima puluh ribu aku kantongi sebagai uang saku.

Setelah bersiap-siap, aku langsung memasukkan sepedaku ke dalam mobil. aba’ sampai geleng-geleng melihatku. Mungkin kalau pamit naik gunung rasanya sudah biasa, tapi kalau gowes sepeda dari Tangerang – Jakarta?? Sampai aba’ bertanya heran “itu beneran dari karawaci ke istana? Dapet minum gak? Pulangna gimana? Bla bla bla”

Aku jawab seadanya “liat nanti, kuat gak kuat yang penting sampe istana dulu. Masalah pulang ehm paling naik losbak haha” lalu aba’ geleng-geleng kepala lagi.

Sesampainya di karawaci, aku langsung mengeluarkan sepedaku dari dalam mobil. aku menunggu sylvi yang masih bersiap-siap menuju tempat dimana aku menunggu. Semenit... limabelas menit... setengah jam ... dan akhirnya datanglah sylvi dengan sepedanya yang tampak lelah mengayuh beberapa kilo meter dari rumahnya. Tak banyak diskusi langsung saja kami memulai perjalanan.

Jarak yang ditempu untuk sampai dari karawaci terbilang jauh. Kami melewati rute tangerang kota dan mampir di wisata kuliner laksa yang lumayan enak. Kami lanjut mengayuh sepeda melewati masjid al azhom dan kembali beristirahat di pintu gerbang Daan Mogot.



Cuaca panas membuat kami setengah menyerah. Beberapa kali kami beristirahat dan mengelap keringat. Terik matahari yang menusuk kulit kami rasanya seperti di kuliti lalu dibakar. Oh inikah jakarta? Kota metropolitan yang dibanggakan orang-orang??


Setelah istirahat beberapa kali dan di beberapa lokasi, kami hampir sampai. Kami melewati harmoni dan memutar balik melewati sekretariat negara. Tampak orang-orang berjas dan berdasi, serta para ibu-ibu yang memakai kebaya dengan membawa bingkisan tampak mengernyitkan dahi karena kepanasan.

Beberapa kayuhan sepeda lagi kami sampai. Dan akhirnya sampailah kami di Monas.

Para polisi yang tampak kelelahan pun beristirahat dibawah rindangnya pohon yang menyejukkan serta para pengunjung yang ikut merayakan hari Kemerdekaan Negara Tercinta. Indonesia

Kamipun ikut merebahkan badah. Lima jam empat puluh lima menit kami mengayuh dari Tangerang ke Jakarta. Mungkin kami belumlah seberapa. Karena ada orang-orang yang rela mengayuh sepeda dari kota ke kota lain.



Kami akhirnya memilih untuk berfoto di dekat monumen nasional dan juga di latar depan pintu masuk Monas. Ada taman lampion yang disediakan untuk para pengunjung.



Sylvia Nurmalita

Dan akhirnya kami menyelesaikan misi kami untuk gowes sepeda dari Tangerang ke Jakarta tepat pada tanggal 17 Agustus 2016.

Tapi pulangnya kami hanya kuat mengayuh sepeda sampai daerah pesing jakarta barat dan meminta aba’ untuk menjemput kami heehehe...


Sederhana saja cita-citaku

hijabi beautiful.com 


Semua orang pasti memiliki impian tersendiri dalam hidup. 
terlebih lagi ketika wanita akan menjadi apa nantinya. 
Entah akan menjadi seorang wanita karir, pengusaha sukses, 
menjadi wanita yang menghabiskan uang suami atau ...
menjadi wanita yang hanya diam dirumah mengurus anak saja.

Memang banyak sekali wanita yang memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhannya 
maklum saja kebutuhan wanita itu memang sangatlah banyak. mulai dari make up wajah,
perawatan kulit, dan lain sebagainya.
terlebih bagi mereka yang mementingkan penampilan agar bisa dilihat khalayak ramai
agar mereka di puji banyak orang. maklum saja, namanya juga wanita. mereka senang sekali ketika di puji.

atau mungkin, ada sebagian mereka yang memilih bekerja untuk membantu suaminya
tidak mau menyusahkan suaminya kelak ketika berumah tangga,
kebutuhan pokok sangatlah mahal, terlebih kalau sudah di karuniai seorang anak
untuk mempercantik diri saja, rasanya rasanya harus dibagi dua oleh kebutuhan anak nanti
belum lagi popoknya, obatnya, vitaminnya, dan kebutuhan lainnya agar si anak tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas.

sebagian temanku lebih memilih untuk menjadi wanita karir yang lebih sering di kantor daripada dirumah,
suatu hari temanku bertanya "listy kalo sudah menikah nanti mau jadi apa?"
aku bingung mau jawab apa, sebab. akupun belum memikirkan mau jadi apa aku ketika menikah nanti.
kalau aku menyibukkan diri sebagai wanita karir, aku kasihan dengan anak dan suamiku.

lalu tidak lama kemudian, temanku kembali bertanya "listy kalau kamu menikah nanti, mau kerja atau gimana?"
duh aku masih belum punya jawaban dan belum terpikir olehku. waktu itu, aku masih sibuk merencanakan "mau kemana aku setelah dari gunung ini, mau kemana aku bulan depan?" seperti itu sampai pada akhirnya aku berpikir. kalau tidak salah ketika aku datang ke kajian dan melihat para ibu yang bersemangat membantu suaminya. 

sampai pada akhirnya aku mengerti dan aku tahu jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan yang teman-temanku kerap kali melontarkannya. "mau jadi apa setelah menikah nanti"
aku jawab "sederhana saja, aku hanya mau menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki bisnis rumahan, agar aku bisa mendidik, mengurusi dan membesarkan anakku dengan tangan dan keringat ibunya sendiri, serta aku ingin melayani suamiku dengan ikhlas, tulus dan dengan rasa cinta. sehingga mereka bahagia memiliki aku dan akupun bahagia menjadi bagian dari mereka. sebab, aku pun tidak sudi anakku di besarka selain dari tangan ibunya sendiri, dan aku tidak rela suamiku makan dari masakan orang lain :")

entah kapan waktunya akan tiba, tapi saat ini aku sedang mempersiapkan diri
sebagai seorang ibu yang hebat, dan istri yang menjadi idaman seorang suamiku kelak.

saat ini yang aku lakukan adalah, membahagiakan kedua orangtuaku, 
saat ini ku besarkan baktiku pada orangtuaku, sebelum aku berbakti pada suami kelak :")

sederhana saja cita-citaku.  











 

Senin, 15 Agustus 2016

Aku Cemburu tau gak sih???

Jadi ceritanya lagiasik-asik curhat yaah sama kamu itu
trus tiba-tiba kamu bilang rambut kamu di kepang kayak orang-orang negro
eh aku mikir dong, kamu di kepangnya sama siapa?
kalo sama temen kamu yg cowok gak mungkin kan.
wah pikiran aku udah macem-macem aja deh,

ngapain itu wanita berani-berani pegang rambut kamu orang?
gak boleh gak boleh
cuma aku aja yang nguyeng-nguyeng rambut kamu.

ish kamu gak tau aku cemburu?
dasar laki-laki gak peka

aku udah alihin pembicaraan mau tidur
eh kamu malah ngelanjutin ngomong,
aku apa adaya??
yaudah gitu aja.

aku cemburu tau gak sih??

Jumat, 12 Agustus 2016

Keluarga kecil yang di takdirkan Tuhan







Baru jalan 3 bulan aku kerja di kantor ini,
rasanya sudah seperti keluarga yang entah menurutku ini adalah takdir Tuhan yang mempertemukan kami semua.



Awal aku masuk kantor ini pun memang tampak aneh dan merasa tidak bisa menyatu dengan orang-orang seperti mereka. Mereka semua cuek dan seperti tidak mau berkenalan denganku yang juga aneh. Apakah karena umur mereka tidak beda jauh denganku. Mungkin saja.

Orang yang pertama kali aku lihat adalah Allan. Perawakannya yang kurus dengan rambutnya yang gimbal, pendiam dan terlihat menyeramkan. Tapi ternyata dugaanku salah. Hari pertama aku masuk kerja, aku dibelikan sarapan nasi kuning.

Orang kedua yang aku lihat adalah Bonbon. Wajah khas papuanya membuat aku seperti melihat kakak laki-lakiku. Dan memang aku sangat senang ketika melihat orang Papua. Terlebih lagi ketika aku melihat Martin yang ternyata adalah adik kakak dengan Bonbon.

Kalian mau tahu? Ternyata Allan, Bonbon dan Martin adalah Papua bersaudara. Walaupun style pakaian mereka adalah R N B yang lagunya kayak gitu deh kebanyakan ngerepp hahaha...
dan yang lebih terharu ketika salah satu dari mereka memintaku untuk diajarkan mengaji. Hwaa bahagianya.

Orang selanjutnya yang aku lihat adalah Kevien. Sangat pendiam, irit kalau bicara dan galak huahaha. Sampai-sampai aku mau minta tolongpun nanti-nanti.

Setelah itu Ryan, orang yang menegur aku ketika sarapan pagi. Perawakannya tinggi besar, anak emo dengan rambut polem dan jaket ala-ala anak kekinian gitu deh. Pokoknya anak bandung punya lah hahaha.

Ya pokoknya mereka adalah satu kesatuan sekumpulan manusia yang membuatku nyaman bekerja disini. Selain itu menurutku juga Ryan, Allan dan Kevien adalah design grafis yang seperti bahan makanan. Kalau salah satu dari mereka hilang, maka komposisi makanan tersebut akan hambar rasanya. Bahkan tidak enak lagi untuk dimakan. Bukan hanya di makan, untuk dijualpun aku rasa tidak ada yang tidak mau untuk membelinya.

---

Kesedihanku berawal ketika aku mengetahui kalau Bonbon harus resign dari kantor,
entah kenapa alasannya ia keluar dari kantor ini, padahal menurutku Bonbon adalah sosok orang yang tegas, bisa membimbing yang lainnya ketika kita semua gak ada yang akur, Bonbon adalah sosok yang memiliki wibawa sekaligus adalah seorang leader menurutku. Ah bonbon kenapa resign sih??? Sumpah aku kaget ketika tahu kalau bonbon resign :”(
“bon kan gue baru masuk, kok elu malah resign sih bon?” kataku ketika bonbon bersiap-siap mengemas barang-barangnya di meja kerja dengan wajah yang murung.

Aku disini seperti memiliki keluarga baru, keluarga kecil yang tiada hari ada ribut-ribut kecil walaupun mereka hanya bercanda. Berisik yang diselingi tawa yang membuncah. Pusing memang, tapi ya inilah mereka .

Dan hari ini, Jumat terakhir Martin bekerja disini.

Aku sudah menebak gelagatnya dari seminggu sebelum ia memutuskan untuk resign dari kantor.
Martin yang tiada hari selalu bertengkar denganku dalam masalah perlengkapan. Entah itu gunting, kertas, kaos, kamera atau apapun. Tapi disisi lain Martin adalah rekan kerjaku yang sangat rendah hati dan tidak sombong, sumpah ini serius.
disisi lain, Martin juga sebagai gitaris kami ketika kami penat bekerja. Ya sebagai hiburan kami kalau di kantor. Hfff

Hari ini Martin terakhir kerja..

Kantor jadi sepi. Gak ada lawan buat berantem lagi, gak ada temen buat foto lagi..

Eh temen-temen kenapa sih pada keluar??? Hfff sedihh

Hari ini kita ketemu yah aduh sedih sediiihh :”(


Kamis, 11 Agustus 2016

Wisata Banten Lama

kenapa sampe nyasar-nyasar ke banten lama??
jauh bangeeettt!!!..

iya jadi ceritanya gini, hari sabtu aku udah siap-siap mau ikut test dari kemensos yang di selenggarakan di Institut Agama Islam,
pamit dan izin dengan aba' dan mama sudah, main-main sama keponakan sudah. akhirnya dengan kata "Bismillah" aku berangkat menuju IAIN di Serang dengan bermodalkan aplikasi petunjuk jalan dari ponselku.
aku pikir, kalau menuju serang itu ya tidak begitu lama dan macet seperti dari Tangerang ke Jakarta.
sampai akhirnya, aku nyasar karena mengikuti aplikasi petunjuk jalan. di sepanjang jalan yang aku lalui hanya ada sawah dan jalan lurus yang entah dimana ujung jalan itu.
karena aku sudah putus asa karena tidak bisa mengikuti test dari kemesos akhirnya aku menghubungi Karin, adik kelasku yang rumahnya di serang.
langsung saja aku minta untuk ketemuan di Alun-alun kota Serang, sekalian aku mau tahu bagaimana suasananya.

sebelumnya sih memang aku pernah ke serang tapi waktu aku kecil dan belum pernah mampir ke alun-alun serang.
pagi itu, sekitar jam 8.30 wib, akhirnya sampailah aku di alun-alun kota serang.
sesampainya disana, aku langsung memesan satu porsi lontong dengan tahu semacam taoge goreng dengan bumbu tauconya. harga yang aku keluarkan untuk satu porsi lontong tahu tersebut hanya Rp.10.000
karena kata si bapak penjual lontong itu, takut di usir oleh satpol PP akhirnya aku kembali ke parkiran dan ternyata Karin sudah sampai untuk menjemputku.
tak pakai lama, akhirnya kami langsung bergegas menuju rumah Karin yang tidak jauh 15menit dari alun-alun.

sesampainya di rumah Karin, aku langsung beristirahat sebentar untuk mengurangi rasa lelahku setelah 2,5 jam tersesat di desa dengan jalan tak berujungnya itu.

istirahat sudah 30 menit. awalnya kami berniat untuk pergi ke pulau burung tapi kayaknya nanti aja deh. persiapan untuk melanglang buana kali ini tidak maksimal. alhasil jalan-jalan dadakan deh.

Awalnya aku bingung mau kemana, sampai akhirnya aku meminjam ponsel Karin untuk melihat tempat wisata di daerah serang. ternyata memang banyak tempat wisata di daerah serang selain pantai anyer. ada pupau burung, pulau lima, rumah hutan dekat rumah Karin, pantai lontar, pulau tunda dan wisata banten lama.
Aku dan Karin akhirnya memilih wisata Banten lama.
sebenarnya aku sudah pernah ke Banten lama bersama aba' waktu aku masih kecil, kurang lebih ketika aku masih kelas 4 SD menggunakan kereta. wisata banten lama adalah tempat ziarah dan juga ada beberapa benteng peninggalan belanda zaman dulu.

setelah bersiap-siap berbenah diri, Aku dan Karin langsung berangkat dengan sepeda motor.
jalan dari rumah Karin menuju kawasan wisata Banten lama kurang lebih setengah jam, tapi karena ada perbaikan jalan kami sampai di banten lama pukul 11.30 wib.

---



Selasa, 09 Agustus 2016

Terlalu Sibuk







Karena terlalu sibuk bekerja,
aku sampai lupa bagaimana rasanya tertawa

Karena terlalu sibuk bekerja,
aku sampai lupa kalau di sekelilingku banyak yang memperhatikanku

Karena terlalu sibuk bekerja,
aku lupa kalau membaca buku itu asyik

Karena terlalu sibuk bekerja,
aku sampai lupa kalau dulu hiburanku adalah menulis

Aku lupa bagaimana ternyata bersujud mengadu pada Rabbku membuat hatiku tenang saat ini
aku merasa kalau hidupku hanya untuk bekerja,
ternyata bekerja itu hanya untuk hidup dan mengisi waktu luang

Ibuku bilang, kalau kesibukanmu bisa ibu beli,
maka, akan ibu beli dengan keringat ibu sendiri
agar kamu ingat kalau ada orang-orang yang masih harus kamu perhatikan selain pekerjaanmu.
nak, bekerja itu bukan untuk uang, maka bekerlah dengan hati yang ikhlas.
uangmu tidak akan cukup untuk membeli waktu dengan orang-orang tersayang yang berada di sekelilingmu. Bekerjalah sesuai dengan porsi waktu.

Senin, 01 Agustus 2016

Aku mau ini lekas berlalu

Rasanya aku mau lekas-lekas berganti sore, malam, hari, minggu, bulan dan tahun
Agar semua cita dan doaku terlaksana.
Sehingga aku lupa bagaimana rasanya menunggu

2 august 2016
Listy