Senin, 27 Juni 2016

Pasar Tanah Abang Menjelang Hari Raya




beberapa waktu lalu sepulang dari rumah kiki, kalau tidak salah hari minggu tepatnya aku sengaja pergi ke Tanah Abang untuk membeli bahan yang akan aku jadikan khimar yang biasa aku pakai.
dengan menggunakan kereta Commuterline dari arah Taman Kota - Duri - dan tujuan akhir stasiun Tanah Abang.

sebenarnya aku sudah mengira kalau Pasar Tanah Abang nanti akan penuh sesak oleh para ibu yang akan berbelanja untuk hari raya nanti. Dan benar saja, baru turun dari stasiun duri, gerbong kereta sudah penuh, padat dan pengap. utung saja AC di dalam gerbong membantu kami semua yang berada di dalam untuk menikmati sebentar rasa dingin setelah berpanas-panasan tadi. dan untung pula aku sedang tidak tidak puasa karena si merah sedang berkunjung tiap bulan.

sesampainya di Stasiun Tanah Abang, aku langsung loncat menuju pintu keluar dan langsung men'tap' kartu multi trip yang aku punya. tahu kan kartu multi trip itu apa? baiklah kalau belum tahu aku akan kasih tahu sekarang. jadi kartu multitrip itu adalah kartu yang di gunakan untuk naik kereta tanpa harus di tukarkan lagi kepada loket ketika turun nanti. jadi menurutku kartu itu membantu pengguna kereta untuk menghemat waktu dan juga biaya yang di keluarkan. kalau habis? ya tinggal isi ulang saja saldonya. jadi gak usah antri lagi deh, begitu kurang lebih.

lanjut lagi ke cerita, iya jadi ketika aku baru saja turun dan keluar dari stasiun Tanah Abang, ternyata sudah penuuhh dan sangat ramai. sampai jalan raya di penuhi oleh ratusan orang yang akan berbelanja. bukan hanya kaum ibu saja yang ada disana, tapi kaum bapak pun ikut berbelanja demi mendapatkan harga yang murah untuk keperluan hari raya.

aku berjalan lurus ke arah barat Tanah Abang berharap menghindari jalan yang ramai dan penuh sesak, memang benar jalan yang aku pilih agak renggang, tapi sial! pas aku masuk gang menuju blok F dan blok A jalanan sudah padaat dan huuaaa aku berasa seperti sedang merasakan penderitaan orang-orang yang sedang berada di mina tahun 2015 lalu. semuanya penuh sesak dan sesak. panas dan penuh keringat. untung saja tidak ada laki-laki yang ikut mepet-mepet dalam formasi itu.



ada pula para ibu yang membawa anaknya sampai si anak merasa pengap karena terhimpit bokong besar ibu-ibu di depannya, suara riuh karena keluhan ibu-ibupun meramaikan tempat ini yang penuh sesak. menurutku datang kesini adalah resiko, resiko karena jalan yang berdempetaan, resiko karena rela berdesakkan, jadi tidak mengeluh kalau mau berbelanja disini. kalau tidak mau berdesakkan ya lebih baik tidak usajh saja datang kesini untuk mendapatkan harga yang murah. aku masih belanjutkan sabarku sampai aku sampai menuju blok A untuk membeli bahan. aku pikir kalau tidak sekarang, mau kapan lagi? stok khimar ku sudah hampir habis dan aku bosan dengan warna yang setiap dua hari sekali hanya itu-itu saja.

ketika aku sudah hampir sampai menuju blok A, aku ingin kembali pulang dan mengurungkan niatku untuk melanjutkan perjalanan yang penuh sesak itu. tapi, pikiranku berubah, aku akhirnya membalikkan badanku untuk menyusuri jalan pintas menuju blok A. dan akhirnya sampailah aku di tempat penjual bahan.

tidak lama-lama disana, sebab aku sudah malas untuk banyak memilih. aku pilih saja warna yang sudah ada di imajinasiku tadi ketika aku berhimpitan dengan para ibu-ibu, kemudian khimarku aku langsung jahit setelah itu pulang.

ternyata penderitaanku bersama pengujung di tanah abang pun belum selesai.
aku memang melintasi jalan yang agak mulai renggang, aku bisa bernafas lega waktu itu.
tapi ketika aku akan kembali menuju gang arah stasiun??? daaaaanggggg!!!1 makin ramai dan ini tambah parah.
di tengah kemacetan yang berdesak-desakkan seperti itu, ada motor yang sedang berusaha untuk maju kedepan. aku memang agak kesal dengan motor itu, dan para pengunjung disana pun begitu. semuanya menghujat si pengendara motor, bahkan hampir saja adu jotos karena ulah si pengendara motor. aku hampir tidak mengerti, mungkin saja si pengendara motor itu adalah warga yang rumahnya dekat dengan pasar tanah abang?? ah positif thinking.

sampai akhirnya aku menemui gang yang menembus stasiun kereta.
tapi karena pengunjung yang membludak, sistem buka tutup seperti di puncak pun di terapkan. baiklah aku menunggu dan akhirnya aku naik kereta jurusan Tanah Abang - Parung. memang seharusnya kereta tujuanku adalah Tanah Abang - Maja. tapi melihat kondisi yang seperti ini sebaiknya aku menunggu kereta maja di parung saja. lebih aman dan aku bisa melanjutkan tidurku yang tertunda hehehe



tipsku ketika kalian pergi ke tanah Abang untuk berbelanja adalah :
jangan berbelanja menjelang hari raya h-15
kalau mau beli baju baru lebih baik, sebelum puasa. supaya ibadah puasa kalian lebih khusyu dan tidak lagi memikirkan baju lebaran.

yang kedua adalah, kalau belum bisa beli baju lebaran sebelum hari raya, pergilah ke tanah abang dalam keadaan kalian sedang liburan puasa (untuk yang perempuan ya) siapkan tenaga, sarapan dulu dan bawa air sebanyak-banyaknya. soalnya kalian akan berhadapan dengan ibu-ibu yang suka nginjek kaki kita seenaknya dan suka sikut-sikut2an.

yang ketiga adalah 
jangan bawa kendaraan, seperti mobil atau motor, lebih baik naik angkot atau kereta.
sebab kalian akan bete duluan, belum beli baju udah keburu bete kan karena macet.

yang ke empat adalah
datang lebih pagi, misalnya jam 8 waktu toko-toko baru pada buka. mendingan tungguin ajadeh dari pada desek-desekan
yaudah sekian deh cerita tanah abangnya semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar