Minggu, 26 Juni 2016

tak seharusnya



Masa lalu memanglah selalu menghantui
ketika kita tidak bisa beranjak untuk pergi
dan mencoba menghindar dari situasi itu.
seperti aku yang saat ini merasa bahwa...
masa lalu itu kembali lagi dan..
aku berada pada situasi dimana hatiku meronta untuk pergi.
Kenyataan tidak pernah lebih dari khayalan
tapi ketika kenyataan itu mencoba untuk menjelaskan,
aku selalu menghindar dan seakan bahwa pada akhirnya aku akan kembali kalah.

Saat ini aku hanya malu pada diriku sendiri,
aku malu karena aku terlalu banyak menuntut
aku menuntut karena keinginanku, tanpa aku memikirkan
bagaimana dengan orang lain.

Saat ini aku malu dan aku takut,
takut kalau perhatiannya kemarin tidak ia tampakkan karena ulahku
aku tidak seharusnya bertindak bodoh seperti itu
iya aku memang bodoh
aku merasa canggung sejak kejadian itu
dia memang seperti biasa mencoba untuk menampakkan
bahwa tidak terjadi apa-apa
tapi bagiku itu hanya usahanya saja meredakan situasi seperti semula
dari raut wajahnya tampak jelas bahwa ia mulai kecewa denganku
entahlah... aku jadi merasa takut

Aku tidak bisa memahami diriku
tidak bisa memahami orang lain
aku tidak bisa memahami lingkungan disekitarku

Aku hanya memikirkan diriku karena masa laluku yang masih menghantuiku saat ini
aku terlalu egois akan hal ini

Sekarang, apa yang aku inginkan darinya tidak sama dengan sekarang
aku takut ia menjaga jarak padaku
aku takut aku tidaklah bisa sedekat dahulu

Aku terlalu bodoh.

Aku harus berbuat apa untuk menutupi rasa maluku
menghilang dari pandangan?
rasanya tepat, sebab untuk apa aku menampakkan wajahku yang seperti ini
mungkin aku adaah orang tidak tahu malu kalau aku masih menampakkannya lagi

Aku malu karena aku tidak bersyukur di pertemukan lagi dengannya
aku hanyalah orang baru dalam hidupnya sampai aku meminta lebih darinya
aku ini siapa?

Kalau menunggu adalah jawaban, seharusnya aku tidak tanyakan sampai kapan aku harus menunggu.

Aku bodoh, aku merasa bertindak bodoh dan konyol
aku hanya memikirkan perasaanku
aku bodoh ya aku memang bodoh :”
harusnya aku menikmati setiap kebersamaan yang sering kali aku lewatkan
harusnya aku tidak terlalu jauh memikirkan masa yang belum saja jelas
harusnya aku diam, sampai waktunya tiba.

Ah aku memang perempuan bodoh :”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar