Selasa, 21 Juni 2016

Sabarmu tak lebih unggul dariku




Kamu bilang, kamu adalah orang yang sabar
sabar dalam hal apa??
bahkan meladeni setiap ceritaku pun kamu belum mampu

Kamu bilang, kamu adalah orang yang sabar
sabar yang bagaimana?
bahkan meredam emosiku pun kamu belum bisa

Kamu bilang, kamu adalah orang yang sabar
sabar yang seperti apa?
bahkan setiap kebosananmu kepadaku pun kamu belum mampu untuk mengatasinya

Aku merasa aku lebih unggul dalam hal itu,
Ya aku bisa saja sabar menunggu kamu berbicara denganku dalam waktu yang lama
aku bisa saja sabar menahan rindu yang.. entah kamu pun sanggup atau tidak merasakannya

aku bisa saja sabar ...

Sabar dalam hal apapun itu..
Karena aku sudah terlatih salam hal ini..
Aku pernah menunggu kepastian selama empat tahun tapi nyatanya aku tidak pernah diinginkan dalam hidupnya

aku sabar karena aku sering kali dikecewakan
aku pernah mempertahankan kesabarkan sampai habis masanya
aku pernah mempertahankan hubungan yang entah akan dibawa kemana, tapi nyatanya aku yang dibuang ke jurang, aku dihempaskan, di acuhkan seakan aku tidak pernah di inginkan. 

Untuk itu, aku merasa diriku selalu unggul ketika kau bilang kalau kau adalah orang yang sabar.

Sabar dalam hal apa? Aku kira kamu bukanlah orang yang sabar. Sebab, untuk mengatasi masalah seperti ini pun harus aku lagi yang menahan. 

Sabar dalam hal apa? Bahkan untuk mengerti wanita pun kamu belum mampu.

sabar dalam hal apa? Meredam emosi? Akupun bisa melakukannya! Semua orang bisa!

Aku selalu sabar, dan aku lebih unggul dari itu.
karena aku telah ditampar berkali-kali dalam hal ini, aku hanya jadi bahan percobaan saja. Apalagi masalah rasa. Mungkin kamu tidak akan mengerti. Karena kamu tidak pernah mau mengerti.
mungkin kamu akan bilang, aku berlebihan, tapi wanita memang seperti itu.
kamu harus tahu, setiap wanita bisa mengerti lelakinya sedangkan lelakinya belum tentu bisa mengerti wanita.
setiap wanita bisa mempertahankan hubungan tetapi laki-laki belum tentu bisa, yang ada hanya ada kata menyerah dan melepaskan.
mereka bilang kalau mereka laki-laki, tapi aku selalu heran kenapa mereka dengan mudah menyerah dalam hal ini. sungguh aku tak pernah mengerti. menjalani, dicintai, lalu dilepaskan dengan berbagai alasan, lalu tersakiti itulah takdir menjadi wanita. lalu ia akan sabar mengobati rasa lukanya. aku rasa kamu kalah dalam hal ini.

Tulus hanya jadi bahan ejekan,
ya aku selalu sabar kalau aku memang hanya selalu dipermainkan.
Aku rasa, sabarku lebih unggul dari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar